Filter Field with Domain in Odoo/OpenERP

Sometimes we were found some cases that you should filter field by another field, in Odoo/OpenERP this cases could be found in Project module. if we develop new module and take data from project module we would take data from project and also task name.

Today, I was found this cases where I must take project name and then in the next textbox, I must select task base on project that I was select before. Fortunately i was found the solution, here I would like to share my experience to figuring out this solution.

Continue reading “Filter Field with Domain in Odoo/OpenERP”

Advertisements

How to Create Report RML in OpenERP

OpenERP have original report engine called RML, to create PDF report we should write in RML code. The problem is how to create report in OpenERP with RML?

In this section i would tell you how to create report in OpenERP using RML code base on my experience. I just create report in OpenERP and successfully.. Yeah !!

Continue reading “How to Create Report RML in OpenERP”

Migrating from Microsoft SQL Server and Access to MySQL

Pyuh….report juga yach migrasi ke lain database n application
tapi apa boleh buat, si Big Bozz maunya begitu . šŸ˜¦

setelah sekian lama searching ketemu juga link yang bagus neh
daripada nanti-nanti ilang lagi , mending gue simpan aja di blog ini
hehhehe

http://dev.mysql.com/tech-resources/articles/migrating-from-microsoft.html

Bagus juga seh article nya,lumayan lah buat referensi

Categories Uncategorized

Isteriku Tetap Yang Paling Cantik

Pukul 4.05, alert di hpku membangunkan. Ia ikut bangun. Padahal, aku tahu baru pukul 23.30, ia bisa tidur setelah berjibaku dengan kerjanya, kerja rumah tangga, urusan dua anakku, dan mengurusi aku sebagai suami. Belum lagi, pukul 01.15 terbangun untuk sebuah interupsi.

Ups, rupanya ia lupa menyetrika baju kantorku. Aku mandi, shalat lail dan shalat subuh. ia selesai pula menyelesaikan itu. Plus, satu stel pakaian kerjaku telah siap.

Aku siap berangkat. Ah, ada yang tertinggal rupanya. AKu lupa memandangi wajahnya pagi ini. “Nda, kamu cantik sekali hari ini,” kataku memuji.

Ia tersenyum. “Bang tebak sudah berapa lama kita menikah?” Aku tergagap sebentar. Melongo. Lho, koq nanya itu. hatiku membatin.

Aku berhenti sebentar dan menghitung sudah berapa lama kami bersama. Karena, perasaanku baru kemarin aku datang ke rumahnya bersama ust. Bambang untuk meminangnya.

“Lho, baru kemarin aku datang untuk meminta kamu jadi istriku dan aku nyatakan ‘aku terima nikahnya Herlinda Novita Rahayu binti Didi Sugardhi’ dengan mas kawin sebagaimana tersebut tunai.”

Kataku cuek sembari mengaduk kopi hangat rasa cinta dan perhatian darinya. Ia tertawa. Wuih, manis sekali. Mungkin, bila kopi yang aku sruput tak perlu gula. Cukuplah pandangi wajahnya. “Kita sudah delapan tahun Bang.” Katanya memberikan tas kerjaku. “Aku berangkat yah, assalamualaikum,” kataku bergeming dari kalimat terakhir yang ia ajukan. Aku buru-buru. “Hati-hati yah dijalan.”

Sejatinya, aku ingin ngobrol terus. sayang, KRL tak bisa menunggu dan pukul 7.00 aku harus sudah stand by di ruang studio sebuah stasiun radio di Jakarta. Aku di jalan bersama sejumlah perasaan. Ada sesuatu yang hilang.

Mungkin benar kata Dewa, separuh nafasku hilang saat kau tidak bersamaku. kembali wajahnya menguntit seperti hantu. Hm, cantiknya istriku. Sayang, waktu tidak berpihak kepadaku untuk lebih lama menikmatinya.

Sekilas, menyelinap dedaunan kehidupan delapan tahun lalu. Ketika tarbiyah menyentuh dan menanamkan ke hati sebuah tekad untuk menyempurnakan Dien. Bahwa Allah akan memberikan pertolongan. Bahwa rezeki akan datang walau tak selembar pun kerja kugeluti saat itu. Bahwa tak masalah menerapkan prinsip 3K (Kuliah, Kerja, Kawin). Sungguh, kala itu kupikir hanya wanita bodoh saja yang mau menerimaku, seorang jejaka tanpa harapan dan masa depan.Tanpa kerja dan orang tua mapan. Tanpa selembar modal ijazah sarjana yang saat itu sedang kukejar. Tanpa dukungan dari keluarga besar untuk menanggung biaya-biaya operasional. Dan, ternyata benar. Kuliahnya dan kuliahku bernasib serupa. Berantakan. Waktuku habis tersita untuk mengais lembar demi lembar rezeki yang halal. Sementara ia harus merelakan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi negeri untuk si Abang, anakku. Kehidupan harus terus berjalan.

Kutarik segepok udara untuk mengisi paru-paruku. Kurasakan syukur mendalam. Walau tanpa kerja dan orang tua mapan, ‘kapal’ku terus berlabuh. Bahkan, kini sudah mengarung lebih stabil dibanding dua dan tiga tahun pertama. Ternyata, memang benar Allah akan menjamin rezeki seorang yang menikah.

Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Walaupun tetap semua janji itu muncul dengan sunatullah, kerja keras. Kerja keras itu terasa nikmat dengan doa dan dampingan seorang wanita yang rela dan ikhlas menjadi istriku.

Namun, aku tahu wajah cantik istri ku mungkin akan memudar dengan segala kesibukan, mempersiapkan makanan untuk si Abang dan Ade yang mau berangkat sekolah, mempersiapkan tugas-tugas untuk pekerjaanya, belum lagi mengurusi tetek bengek rumah tangga.

Kelelahan seolah menggeser kecantikan dan kesegarannya. Untunglah, saat aku pulang, ia bisa mengembalikan semua keceriaan itu dengan seulas senyum yang menyelinap dibalik penat dan kelelahan. Istriku cantik sekali pagi ini.

Maafkan aku tak bisa menemanimu.

Namun, doa dan ridhaku selalu bersamamu.

Sayangku,kumohon dekat di sini temani jasadku yang belum mati

Aku melayang

Categories Uncategorized

Bikin SIM baru…

Hari sabtu , 2 September 2006 , gue berencana bikin SIM baru karena SIM yang lama sudah hampir habis.Ā  Dengan ditemani sang Kekasih Setia gue , yang rencana nya pengen berangkat jam 8.00 jadi molor ke jam 9.30 (ya tentu saja karena hari sabtu, jadi bangunnya agak-agak molor gitu deh).

Jam 9.30 akhirnya sampe juga di Polres Tangerang,saat ingin masuk ke dalam ternyata gue di hadang kawanan penjaga yang ‘menurut gue’ memang menjadi tugasnya untuk memeriksa setiap orang luar yang masuk ke lingkungan polres.

Penjaga : ‘Selamat pagi pak?’

Gue : ‘Pagi pak’

Penjaga : ‘Ada keperluan apa kesini ?’

Gue : ‘Pengen Ngurus SIM pak.’

Penjaga : ‘ow…mau dibantu ?

Gue : ‘ow…ga usah pak , cuman pengen perpanjang koq…hiihihi(dalam hati berkata, buset deh baru masuk udah mau dibantu hihihi)’

Akhirnya gue nyelonong masuk ke dalam cari tempat parkir buat tamu. Ga berselang lama , ada yang nawarin juga ‘Mau kemana mas ? bisa dibantu?‘. begitu juga waktu gue mau parkir.hehe {banyak orang baek ya disini hihi}

Setelah melalui berbagai macam rintangan ‘orang baik’, akhirnya gue masuk juga ke area khusus pelayanan SIM.eh ga disangka-sangka disitu juga banyak ‘orang baek’ hehe. Karena gue pengen ngurus sendiri (lumayan ngirit hihi), dengan semangat menggebu-gebu gue cari-cari cara gimana seh prosedurnya bikin sim. Setelah beberapa menit , lumayan deh udah bisa ngurus administrasinya (sidik jari : 5.000,asuransi: 15.000,surat keterangan sehat+tes : 10.000, administrasi bikin SIM baru: 75.000) , abis itu langsung ke loket pendaftaran bikin SIM baru dan nunggu buat test.hehehe

Setelah ditunggu lama , jam 12.30 akhirnya dipanggil juga (asyik….), test teori dimulai dengan petunjuk oleh sang ‘Dosen’.soal ada 30 , harus benar minimal 18 soal , dibawah itu tidak lulus dan harus mengulang 7 hari dari sekarang. Dengan penuh keyakinan (tanpa nyontek lho …) akhirnya gue bisa menyelesaikan soal-soal dan benar 23 soal yang itu berarti gue lulus (Alhamdulillah …). Setelah itu nunggu lagi untuk test praktek.

Setelah 1/2 jam nunggu , akhirnya dipanggil untuk test praktek , hasilnya ……

100% yang ikut test praktek tidak lulusĀ  (duh …sedihnya.), akhirnya ada orang sebelah kasih tau ‘udah nego aja , biasanya seh bisa jadi sekarang asal ada duitnya’, tapi pas di nego-nego , eh ga bisa juga ‘Maaf hari ini tidak bisa, dateng aja lagi hari senin’….gagal deh bikin SIM baru hari ini .

Hari senin yang cerah ‘huuuu sejuk’, berangkat lagi deh ke Polres Tangerang ambil SIM yang sempat tertunda..seperti biasa banyak ‘orang baik’ yang nawarin pengen bantu , tapi gue bilang aja ‘tinggal ambil koq pak…’

Sampe tempat ‘Ruang Praktek’ langsung deh nego lagi. Dengan sangat tegas petugasnya bilangĀ  ‘tanpa praktek , biaya ada administrasi Rp.70.000’ , wuih ….keluar lagi duit, dengan berat hati , akhirnya dikasih juga deh tuh duit (wah maen suap neh hehe). Akhirnya tinggal nunggu di foto, Jadi deh SIM baru gue ….hehhehhe

Categories Uncategorized